Boku no Sekai · prosa · Uncategorized

Uraian Jenaka atas Komunikasi Sederhana

Aku masih belum bisa menyingkirkan hobiku menyelupkan kepala ke dalam kuali ingatan. Terpekur di tempat sepi, hingga aku merantau ke labirin kenangan. Aku tidak berbicara tentang kenangan spesifik yang membuat hati nyut-nyutan. Hanya sekedar trivia-trivia yang membuat tungku hatiku menghangat. Yakni saat Allah SWT berbicara padaku dengan cara-Nya. Allah SWT selalu memberikan jawaban atas pertanyaan… Continue reading Uraian Jenaka atas Komunikasi Sederhana

Uncategorized

Balada Petak Umpet Ego dan Rahasia. Main cast: Hati.

Pada suatu hari di panas yang terik, Lidah main hom pim pah bersama Hati dan Kepala. Kepala ingin bermain petak umpet dengan rahasia. Mencoba sisipkan selembar lima puluh ribu pada Lidah yang masih menanjak stabil di jajaran harga pasar malam. Ia mengirim titah untuk memberi topeng pada sang Kebenaran. Kebenaran yang hingga saat ini masih menyerah dengan lekuk tubuh rahasia. Kebenaran… Continue reading Balada Petak Umpet Ego dan Rahasia. Main cast: Hati.

Islam: Dakwah Ringan · prosa · Uncategorized

Akhir Destinasi: Khusnul Khatimah

Jumat itu aku berenang dalam hiruk pikuk kota Cirebon. Cukup ramai, meski terhisap oleh deru AC di dalam ruangan putih segi empat yang tengah aku tumpangi. Kerabat tertawa riang atas nama silaturahmi, sementara jejalanan melahirkan orang-orang yang kelaparan saat senja merayap. Aku masih setia dengan buku Nihongo. Mengucapkan aksara asing dalam lidah, seolah bertemu dengan… Continue reading Akhir Destinasi: Khusnul Khatimah

prosa · Uncategorized

Aku Belum Shalat Maghrib

Hembus nafas alirkan lava di sela sedu sedan kereta. Para serdadu kota yang alihkan penat dalam pantulan layar kaca. Celupkan imajinasi ke dalam suara yang merayap di telinga. Memalu udara dengan kepala kuningnya. Mataku menyipit pelan, melebur bersama kubangan saliva dari seorang wanita paruh baya. Aku melepas nafas. dan mengambilnya kembali. Jingkat mutiara masih warnai… Continue reading Aku Belum Shalat Maghrib

Ilustrasi · Islam: Dakwah Ringan · prosa · Uncategorized

Nutrisi Keindahan Cinta Hakiki

Semua bernyanyi tentang cinta. Memaknai degup jantung yang bersembunyi, penasaran yang menggurui, rasa tamak yang merayap dalam sunyi, atau mungkin telurkan ikhlas saat cinta mencoba minggat dari diri. Semua atas nama cinta. Terlukis dalam nada minor sendu, yang siap mengalir dalam darah dengan mata terpejam. Semua terasa indah. Tak pelak aku pun pernah meninggalkan jejak… Continue reading Nutrisi Keindahan Cinta Hakiki

Ilustrasi · prosa

Sapu Tangan Putih pun Kehilangan Tuannya.

  Aku tertancap pada tali kayu yang membentang, Saat awan merah jambu masih setia hembuskan debu bintangnya. Melambaikan asa yang penuh warna warni fana. Selipkan duri di undakan kaca dengan debur angin yang menderu. Lemah bertengkar dengan ambisi. Harum macaroon masih berkelit di udara. Mencari celahnya untuk patahkan Adn yang agung. Kamu indah. Kamu