Ilustrasi · prosa · Uncategorized

Seperti Lingkaran Empat Musim?

Aku beri nama pada tiap matahari di senyumnya. Tingkah laku yang selalu memiliki definisi. Lidah yang berlatih ucapkan nama. Sebongkah buku untuk maknai jingkat rasa. Menikam tali waktu. Mendeburkan kerlap kerlip abu. Namun hanya satu. Satu tindakan salah, hatipun berbingung arah. Kata orang, ia berlari tanpa tertangkap lensa mata. Aku masih merangkai aksara, menatap punggung… Continue reading Seperti Lingkaran Empat Musim?

prosa · Uncategorized

Sebuah Prosa untuk Hama Berantena

Hari ini aku tertarik dengan kilau jingga yang membungkus si gadis riang. Gadis itu hinggap di sebuah sofa jelly, lengkap dengan penghangat telinga. Ia terlihat melantunkan mantra dalam bahasa antah berantah, hingga dahiku mengernyit. Ah, aku lupa. Semua metafora manusia benar-benar membuatku lupa jati diri. Aku tidak punya dahi. Mungkin kau bisa menyebutnya antena? Ya,… Continue reading Sebuah Prosa untuk Hama Berantena

Boku no Sekai · prosa · Uncategorized

Uraian Jenaka atas Komunikasi Sederhana

Aku masih belum bisa menyingkirkan hobiku menyelupkan kepala ke dalam kuali ingatan. Terpekur di tempat sepi, hingga aku merantau ke labirin kenangan. Aku tidak berbicara tentang kenangan spesifik yang membuat hati nyut-nyutan. Hanya sekedar trivia-trivia yang membuat tungku hatiku menghangat. Yakni saat Allah SWT berbicara padaku dengan cara-Nya. Allah SWT selalu memberikan jawaban atas pertanyaan… Continue reading Uraian Jenaka atas Komunikasi Sederhana

Islam: Dakwah Ringan · prosa · Uncategorized

Akhir Destinasi: Khusnul Khatimah

Jumat itu aku berenang dalam hiruk pikuk kota Cirebon. Cukup ramai, meski terhisap oleh deru AC di dalam ruangan putih segi empat yang tengah aku tumpangi. Kerabat tertawa riang atas nama silaturahmi, sementara jejalanan melahirkan orang-orang yang kelaparan saat senja merayap. Aku masih setia dengan buku Nihongo. Mengucapkan aksara asing dalam lidah, seolah bertemu dengan… Continue reading Akhir Destinasi: Khusnul Khatimah

prosa · Uncategorized

Aku Belum Shalat Maghrib

Hembus nafas alirkan lava di sela sedu sedan kereta. Para serdadu kota yang alihkan penat dalam pantulan layar kaca. Celupkan imajinasi ke dalam suara yang merayap di telinga. Memalu udara dengan kepala kuningnya. Mataku menyipit pelan, melebur bersama kubangan saliva dari seorang wanita paruh baya. Aku melepas nafas. dan mengambilnya kembali. Jingkat mutiara masih warnai… Continue reading Aku Belum Shalat Maghrib

Ilustrasi · Islam: Dakwah Ringan · prosa · Uncategorized

Nutrisi Keindahan Cinta Hakiki

Semua bernyanyi tentang cinta. Memaknai degup jantung yang bersembunyi, penasaran yang menggurui, rasa tamak yang merayap dalam sunyi, atau mungkin telurkan ikhlas saat cinta mencoba minggat dari diri. Semua atas nama cinta. Terlukis dalam nada minor sendu, yang siap mengalir dalam darah dengan mata terpejam. Semua terasa indah. Tak pelak aku pun pernah meninggalkan jejak… Continue reading Nutrisi Keindahan Cinta Hakiki