Uncategorized

Time Flies, dear. Time Flies.

Assalamualaikum wr wb.

Akhir-akhir ini Jakarta diterpa hujan. Sulit sekali memprediksi cuaca di akhir tahun ini. Saat matahari sedang dalam kondisi prima, setengah jam kemudian tiba-tiba hujan menyapa. How’s your day recently? Jangan sampai kehujanan yaa. Jangan kayak aku, lho. Agak congkak males pakai jas hujan, dan akhirnya malah kuyup dan bersin-bersin sampai rumah.

Banyak yang ingin dibahas sebetulnya. Namun aku akan mulai dengan topik ini. Akhir-akhir ini kalimat ini terlintas di kepalaku. Aku sangat menikmati kesendirian. Hahaha. Malam yang menggelayut memang enak dipakai untuk curhat! Setujuh? Tapi jangan mikir kesendirian tentang ‘romansa’ ya. Mungkin aku akan mengoceh tentang itu lain kali. 😀

I mean,when people being surrounded by crowd, aku memilih menepi dan menikmati dentum irama sambil mengkhayal. Lol. Yes, mengkhayal adalah kegiatan wajibku saat ini, karena aku sedang berusaha bercerita lagi dalam bentuk tulisan. Aku sering memperhatikan, people like to be involved in crowd, ngobrol-ngobrol di kafe, ketawa ketiwi sambil ngopi. Dan tidak ada yang salah dengan itu semua. Aku pun pernah mengalami itu dan it was the best time in my life. Orang Indonesia itu ramah banget and I love Indonesian so much.

But I don’t know, saat usia makin merangkak naik, I started to think about several things. I mean, what I want to do in this vast world? Waktu berlari tanpa ampun. Bahkan ketika kita berhenti bergerak. Ia tetap meluncur kalem, meninggalkan kita yang terlena oleh canda, tawa, dan bahagia yang mungkin saja kosong. At least that’s how I feel. Sometimes I feel empty in a crowd. But probably my face didn’t really show it because I’m a good reflector. And yes, I’m probably a professional ambivert. I mean, is this what I really want? Feeling safe with something society’s so-called happiness?

Aku sempat berpikir, mungkin aku hanya butuh waktu untuk memikirkan apa yang aku ingin lakukan. Kalau bicara soal keinginan dan tujuan, ada banyak banget. Masih bisa dihitung jari sih. Ide gilaku untuk melaksanakan semuanya pun pernah terlintas, dan sempat dilakukan. Alhasil aku merasa kepala dan badanku kram, dan banyak hal yang terbengkalai. Sigh.The greedy me.

Kalau bicara soal bahasa, aku suka banget belajar bahasa. Not to mention Indonesian. Aku pecandu bahasa Indonesia. Bahasa Inggris pun aku cinta. Apalagi bahasa Jepang. Nihongo to kekkon shitaito omotteimasu! 😀 joudan da kedo ne.

Tapi aku juga suka ilustrasi. Meski saat ini aku sedang mengurangi untuk menggambar makhluk hidup, aku tidak bisa melupakan rasa damai saat menggambar. Betul lho, melukis dan menggambar itu terapi yang cukup baik. Kalau lagi penat sama kegiatan, aku memilih untuk mojok dan mencorat coret kertas kosong. My favorite was hair! Drawing long hair is like a paradise! At least itu yang aku rasakan. Tapi aku sedang mengurangi intensitas melukis makhluk hidup, karena banyak perdebatan mengenai haditsnya. Insyaallah jika memang berguna untuk islam, anak kecil atau pendidikan, aku masih akan menggambar, though.

But my solely focus at the moment is, I want to contribute something to Islam. Entahlah. Saat ini Islam sedang dipandang sebagai agama penuh kekerasan, padahal Rasulullah SAW memiliki pesan damai untuk seluruh manusia. Aku sedih melihat beberapa youtuber memilih untuk mengejek dan mencaci maki Islam, dan membuat agama ini semakin terlihat buruk. Tujuannya pun aku tak tahu, dan aku tak mau tahu sejujurnya. Bahkan beberapa di antara mereka benar-benar belajar islam hanya untuk mengejek dan mengeluarkan pendapat yang kurang pantas.

Kita hidup di akhir zaman dan fitnah-fitnah mulai bermunculan. Menjadi agen islam yang baik pernah terpikir di kepalaku. But how? Bagaimana cara aku berkontribusi untuk agamaku?

Aku pun mencapai kesimpulan, sebenarnya sesederhana melakukan hal yang bisa kulakukan. Aku pernah berpikir untuk jadi penulis lantaran mengagumi JK Rowling dengan kemampuannya berkelit kata. Mungkin aku ingin merubah itu sedikit. Hingga saat ini pun aku suka bermain kata, namun aku akan menulis sesuatu yang bisa menjadi bahan perenungan untuk diriku sendiri dan orang lain. Jika ada yang terhibur, aku akan sangat bersyukur. Apalagi jika merasa terinspirasi, itu bonus istimewa untukku.

Mungkin belum bisa sefasih dan secantik asma nadia dalam meramu cerita, namun insyaAllah aku akan mencoba.

Keep doing great dan… Jangan lupa sholat yaaa! 😀

Jya ne!

 

Best regards,

Pita Hujan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s