Islam: Dakwah Ringan · prosa · Uncategorized

Akhir Destinasi: Khusnul Khatimah

Jumat itu aku berenang dalam hiruk pikuk kota Cirebon. Cukup ramai, meski terhisap oleh deru AC di dalam ruangan putih segi empat yang tengah aku tumpangi. Kerabat tertawa riang atas nama silaturahmi, sementara jejalanan melahirkan orang-orang yang kelaparan saat senja merayap. Aku masih setia dengan buku Nihongo. Mengucapkan aksara asing dalam lidah, seolah bertemu dengan sahabat lama.

Satu denting berbunyi kemudian, tanda whatsapp terselip di ponsel. Seorang sahabat memberitakan bahwa seorang guru kursus kami yang paling berjasa telah mangkat dari dunia ini. Selamanya.

Kaget, gundah, dan berbagai perasaan melebur jadi satu. Menciptakan sesak dan ikhlas yang saling berkejaran di udara tatkala berita itu mulai menyapa selaput otak. Teringat kembali sosok tambunnya yang jenaka saat melontarkan berbagai rumus matematika seolah ia seorang hafidz. Aku hanya masih diliputi rasa tidak percaya, bahwa seorang guru kursus kami yang begitu berdedikasi saat ini sudah memenuhi panggilan Yang Maha Kuasa. Meski kita pun satu per satu akan mengalaminya kelak.

Mungkin ini renungan klise, namun aku tercenung sejenak saat satu jiwa kini sudah kembali di sisi Allah SWT. Kapan giliranku? Apakah aku mampu memenuhi panggilannya dengan jiwa yang tenang? Apakah aku memenuhi syarat untuk meregang nyawa saat jumat menyapa?

Meski sanadnya masih lemah, namun aku pernah mendengar hadist seperti ini bergaung:

“Barangsiapa meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at maka ia akan dilindungi dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad no. 6646)  – bisa dibaca di sini

Ada rasa damba yang terselip saat tahu bahwa guruku tersebut meninggal pada hari jumat. Caranya gimana ya agar aku pun bisa meninggal khusnul khatimah? Dan hari Jum’at pula. Aku yang agak penasaran ini pun mulai menelusuri mbah google, yang kemudian tersandung di postingan yang alhamdulillah sangat memotivasi. Amalan yang disebutkan sangat sederhana, namun memiliki makna yang dalam. Yakni zikrullah (zikir) kepada Allah SWT.

Memenuhi diri dengan zikir yang tersembunyi dapat menyelamatkan kita dari azab Allah. Selain zikir kepada Allah, detik terakhir yang dihabiskan oleh bacaan quran pun bisa meluputkan kita dari siksa-Nya (diriwayatkan oleh Musannaf Imam Ibn Abi Syaebah dan Sunan Imam at-Darimi)

Aku masih bertanya-tanya mengenai keistimewaan zikir yang begitu besar. Kenapa zikir yang terhitung sederhana bisa mendapatkan tempat yang cukup tinggi di kedudukan Allah SWT? Aku pun masih meniti kata demi kata di halaman ini hingga akhirnya rasa penasaranku meletus lenyap. Ternyata zikir adalah ibadah yang paling mulia, karena kita melakukannya secara tersembunyi. Ibadah besar yang kasat mata seperti shalat, zakat, atau haji berpotensi besar menelurkan riya, meski mungkin itu hanya setitik kecil di hati. Zikir yang sangat ringan namun seringkali diremehkan ini sangat mulia dan tinggi pahalanya lantaran tidak ada yang tahu kecuali dirinya dan sang Rabb. Sebuah aktivitas komunikasi tertinggi. Komunikasi dengan Sang Pemilik Arsy di lubuk hati terdalam.

Sahabat-sahabatku tersayang. Meski kepala lagi penat akan urusan dunia yang invasinya tak kalah dari bom nuklir, jangan lupa berdzikir yuk. Jangan lupa akan sang Pencipta kita yang tengah merindukan lidah yang berkah karena zikir kepada-Nya. Abaikan saja prasangka orang-orang yang mungkin terlihat seperti banyak pikiran. Justru komunikasi ‘rahasia’ antara kita dan Allah SWT bisa terjalin romantis jika tidak ada seorang pun yang tahu. Oh, aku ingin menambahkah zikrullah-Nya yang paling agung, dan bisa dilafadzkan bahkan dengan mulut terkatup.

Laa ilaaha illallah.

Coba deh. InsyaAllah adem, tenang di hati, dan damai di jiwa. Semoga khusnul khatimah menjadi akhir perjalanan kita, sahabat.

Dan semoga guruku tersayang saat ini sudah tenang di sisi Allah SWT. Amin..

Best regards

Pita Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s