Ilustrasi · Islam: Dakwah Ringan · prosa · Uncategorized

Nutrisi Keindahan Cinta Hakiki

Semua bernyanyi tentang cinta. Memaknai degup jantung yang bersembunyi, penasaran yang menggurui, rasa tamak yang merayap dalam sunyi, atau mungkin telurkan ikhlas saat cinta mencoba minggat dari diri. Semua atas nama cinta. Terlukis dalam nada minor sendu, yang siap mengalir dalam darah dengan mata terpejam.

Semua terasa indah. Tak pelak aku pun pernah meninggalkan jejak cinta dalam aksara yang menyublim lewat layar kaca. Berhati-hati lukiskan rasa dalam tiap bait kata. Rayapkan selimut dalam kelopak mata. Rasa yang menipu. Memenjarakan lini waktu yang meluncur kalem. Meminta atensi penuh atas diri yang terbuai oleh artifisial rasa.

Pernahkah kamu merasa telah mengabaikan detik yang berlari hanya untuk habiskan rasa yang melata di hati? I mean, when we fall in love, we spent full energy towards it. We don’t wanna lose our chance. Even for a second. Hingga kita melupakan kaidah-kaidah penting cinta yang seharusnya terkandung di dalamnya.

Cinta seharusnya timbul dengan sebuah ikatan sakral. Bukan cinta yang muncul secara tiba-tiba saat senyumnya begitu menyilaukan. Saat segala gerak geriknya memberimu ruh pujangga yang melukis rasa lewat kata yang berloncatan di udara. Saat tindakan manisnya memberi jejak di hati. Tentu saja rasa itu manusiawi, dan lumrah dirasakan siapa saja. Namun jika itu sudah menggerogoti jiwa dan memangkas 50% aktivitas yang ada, bisa jadi itu masuk kategori tidak sehat. Apalagi jika melupakan hakikat manusia yang tidak boleh melupakan cinta sang Pemilik Cinta.

I was on that stage. Once. It feels good. I feel like flying. Until I found myself fall to the ground. Complete with my broken wings. Luruh tanpa tenaga di tanah. Cuma bisa menatap reruntuhan aksara yang hanyut bersama lumpur hitam.

Saat itu aku merasa hina. Dengan sebuah kaca aku berbicara. Siapa aku begitu beraninya mengagungkan cinta tanpa landasan ilmu yang kuat? Aku begitu berani melayangkan buih cinta tanpa konsisten melibatkan-Nya dalam perjalanan. Dan saat aku mengingat bahwa kita tidak hidup sendiri, seketika aku bulu kudukku berdiri. Detak jantung yang semakin cepat. Musuh manusia memang nyata. Iblis memang nyata.

Makhluk senja itu memang pandai menyuntikkan manipulasinya dalam angan-angan. Memoles hal yang haram hingga ia terlihat indah. Menawarkan maksiat yang terbungkus beludru agar terlihat menyilaukan. Padahal sejak Nabi Adam AS tercipta pun Iblis yang congkak dan diusir dari surga sudah mendeklarasikan tabuh peperangan terhadap manusia.

Sesuai dalam firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 16-17 yang artinya:
Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, maka benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapatkan kebanyakan mereka bersyukur dan taat.” (QS. Al-Araf: 16-17)

Berikut adalah firman Allah mengenai tipu daya Syaitan yang mengkamuflasekan maksiat menjadi indah:

Allah berfirman : “Dan syaitan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk.” (QS. An-Naml: 24)

Naudzubillah…

Cinta memang suatu hal yang indah, namun akan lebih indah jika kita menaungkannya pada Sang Pemilik Keindahan. Cinta yang digantungkan pada Allah SWT semata tidak akan kering dipangkas zaman. Langgeng, awet, dan menjadi nur abadi dalam sebuah hubungan. Cinta yang dihalalkan dalam payung Allah SWT-lah sejatinya yang hakiki bagi umat manusia. Semoga kita semua berada dalam kerendahan hati untuk ikhlas menerima segala ilmu-Nya.

Amin ya Rabbal Alamiin.

Best regards

Pita Hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s