Artikel · Boku no Sekai · Jepang: Drama to Watch

5 Alasan Harus Menonton Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naite Shimau

Konnichiwa Minna-san. Genki? Winter 2016 ini lagi suka nonton apa? Dingin-dingin hujan gini paling nyaman nonton drama romance yang bikin hati berdesir. Saya mau rekomen-in satu drama yang menarik perhatian saya nih. Itsuka kono koi omoidashite, kitto naiteshimau (itsukoi). Panjang juga ya judulnya. Kalau diartiin ke dalam bahasa Indonesia, artinya “Jika aku mengingat cinta ini nanti, pasti air mata akan jatuh.” Kira-kira seperti itu. Buat yang suka drama cinta yang tulus, nggak aneh-aneh, dan mengandung makna dalam boleh nih nonton ini. Nah, saya ingin membagikan alasan kenapa Itsukoi ini dikategorikan drama yang must watch! Yuk kita simak bareng-bareng.

vlcsnap-2016-03-07-16h49m28s354
1. Akting yang memukau.
Saya terkesan sekali dengan Kora Kengo begitu menonton drama ini. Sama sekali tidak bermaksud bias, tapi tiap detail gerakannya mencerminkan ketulusan dan kepolosan dari seorang Soda Ren (nama karakter utama Itsukoi ini). Cara dia menggeleng dengan polos, sorot matanya saat berusaha merendahkan diri, semua begitu sempurna. Awalnya saya biasa saja dengan aktor ini, bahkan cenderung tidak tertarik meski salah seorang sahabat bilang dia brilian. Tapi sepertinya karma bekerja. Sekarang saya jadi semangat cari drama tentang dia. Tentunya dengan karakter dia yang lebih eksplor lagi. (But don’t ask me to watch Snakes and Earrings. I’m just not into that kind of thing.) 😀

vlcsnap-2016-03-07-14h33m28s085
2. Twist para karakter yang nggak ketebak.
Selain akting Soda Ren yang bikin hati kembang kempis, hal lain yang mencengangkan adalah karakter Nezumi Onna atau Hinata Kihoko. At first I have no special impression towards this character, but the twist turned out to amaze me, and I love the way she awkwardly confessed to Ren. Confess tentang apa? Just watch, karena saya nggak menyangka dia bisa memiliki rahasia sekelam itu. Oh, satu lagi. Kalian akan dikejutkan oleh twist di tengah cerita tentang Ren. Saya teriak tertahan karena lihat Ren yang.. ups nanti spoiler. 😀

vlcsnap-2016-03-07-14h29m05s407
3. Soundtrack yang mengalun indah.
Nggak dipungkiri kalau lagu juga menyumbang andil besar dalam sebuah drama. Ashita e no Tegami-nya Teshima Aoi benar-benar bikin saya ikut hanyut oleh lirih suaranya. Liriknya membuat saya berpikir tentang kehidupan saya sendiri. Musik instrumentalnya pun bikin hati tenang. Mengalun sendu, namun memberi kesan sunyi. Sepi. Sendiri. Well, nggak sesuram itu juga sih, tapi kesan remaja kesepian yang terjebak dalam hingar bingar Tokyo pun sukses didukung oleh soundtracknya. Bikin tambah terbenam ke dalam cerita.

vlcsnap-2016-03-07-18h10m07s683
4. Alur cerita yang smooth. Dan realistis tentunya.
Meski kadang pertemuan-pertemuannya memberi kesan “Kayaknya nggak mungkin”, tapi sepertinya poin yang ingin Sakamoto YUji (Screen writer)nya sampaikan adalah bahwa hal-hal yang sama pun bisa terjadi tanpa kebetulan. Benang merah yang selama ini tak kasat mata pun ada di antara kita, menciptakan pertemuan, kejadian, dan percakapan yang memang sudah diatur oleh semesta (Oleh penulis skenario sih sebenernya. Hehe.) Dan realistisnya itu.. nggak heran kalau drama ini dikasih tajuk “Love that Makes You Cry”. Bukannya pengen cengeng, but I can’t help but shed a tears watching this drama. Sesak di dadah! 😀

vlcsnap-2016-03-11-16h53m31s999
5. It gaves us deep meaning.
Salah satu quote yang masih tersusun rapi di ingatan saya adalah, “Semakin orang mengejar impian di Tokyo, mereka semakin sadar bahwa Tokyo bukanlah tempat yang tepat untuk mengejar impian.” Hiruk pikuk dan terang benderangnya lelampuan Tokyo hanya menyilaukan mata pendatang walau sesaat. Dan untuk kasus Ren yang belum pulang ke desa selama lima tahun, sahabatnya Haruta yang mengatakan ini. Meski bukan di depan Ren. Anyway, nanti saya jadi spoiler. Hehe.

Ada satu lagi favorit saya. Yang ini dari Hinata Kihoko. “Cinta itu awalnya seperti baju. Sesuatu untuk dipamerkan. Lalu lama-lama cinta itu seperti makanan. Kita ingin memakannya, dan menjadikannya nutrisi. Dan.. tahap akhir, cinta itu seperti rumah. Kita bisa pulang. Kapanpun yang kita mau.” Uwow. Ceritanya sandang pangan papan. Analogi yang bagus ya? 😀

Untuk yang masih ragu nonton filmnya, bisa baca-baca dulu reviewnya di reviewdramaasia.com . Di sana banyak review drama-drama asia lho, include Korea, Jepang, Taiwan, Chinese, dan lain sebagainya. Reviewdramaasia.com memang surganya untuk pecinta drama asia. Termasuk saya, pecinta drama Jepang yang lagi tergila-gila dengan Kora Kengo dan Itsukoi.

At least, for now :p

Best Regards,

Sindayu Annisa M

Advertisements

2 thoughts on “5 Alasan Harus Menonton Itsuka Kono Koi wo Omoidashite Kitto Naite Shimau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s